BAHAYA MEROKOK

Dewasa ini ada 4,9 juta orang mati sia-sia setiap tahunnya akibat rokok.

Patut diketahui pula sekitar 100 juta orang telah meninggal akibat rokok pada abad ke-20. Kalau tren ini terus berjalan maka pada abad ke-21 akan ada satu miliar orang yang meninggal akibat rokok.

Sejauh ini peringatan dalam bungkus rokok yang mencantumkan bahaya merokok tidak cukup efektif. Belum lagi istilah low, light, mild, dan lain lain yang justru menyesatkan.

Soalnya, tidak ada penurunan bahaya yang bermakna dengan penurunan kadar tar dan nikotin dengan cara ini. Istilah itu hanya memberi kesan rokok "aman" sehinggga si perokok cenderung merasa "boleh" merokok dan bukan tidak mungkin akan mengonsumsi rokok lebih banyak lagi karena merasa mengisap rokok "ringan".

Makanya dibuat peringatan yang lebih keras dan tegas akan bahaya merokok. Gerakan ini sudah dilakukan di Inggris dalam bentuk iklan di televisi yang cukup mendirikan bulu roma.

Gambar cairan lemak yang dikeluarkan dari arteri perokok ditunjukkan dengan sangat jelas, agar para perokok --yang berniat berhenti merokok di awal tahun baru ini-- semakin membulatkan tekatnya.

Mereka yang sudah lama merokok ditengarai lebih berisiko terkena penyakit jantung akibat terjadinya penyumbatan dalam pembuluh darah. Iklan rokok tadi dibiayai oleh Yayasan Jantung Inggris, dengan harapan bisa memperkecil jumlah perokok hingga 1,5 juta orang dalam jangka enam tahun mendatang sampai 2010.

Saat ini, tercatat 20 persen pria dan 26 persen wanita Inggris merokok secara teratur setiap hari. Indonesia sendiri berada dalam kondisi cukup parah, yakni negara dengan konsumsi rokok nomor lima terbesar di dunia.

Adegan dalam iklan televisi tadi berlatar belakang sekelompok pria dan wanita muda yang sedang nongkrong di pub menyalakan rokok dikelilingi bir dan minuman keras. Selain tumpukan abu rokok, para penonton menyaksikan cairan lemak "menjijikkan" meleleh dari ujung rokok. Iklan itu kemudian memperlihatkan gambar pembuluh darah dari seorang perokok berusia 32 tahun yang nyaris sepenuhnya tersumbat lapisan lemak.

Merokok berkaitan dengan risiko penyakit jantung dan mengurangi harapan hidup, akibat kerusakan lapisan sel pada dinding pembuluh darah yang lebih rentan mengalami pengerasan, penyempitan dan penyumbatan.

Profesor Sir Charles George dari Yayasan Jantung Inggris mengatakan iklan antirokok tersebut dapat membantu orang-orang yang berketetapan hati berhenti merokok di tahun 2004 ini.

?Meski jumlah perokok semakin menurun, masih dibutuhkan usaha ekstra keras untuk semakin memperkecil jumlahnya,? ujar George.

Pemerintah Inggris menyumbang 7,5 juta poundsterling untuk mengkampanyekan gaya hidup sehat memasuki tahun yang baru ini.

Selain Inggris, iklan sejenis yang menayangkan penyumbatan pembuluh darah dilakukan pula di 12 negara lain.

Ketika penduduk Australia menyaksikan tayangan ini untuk pertama kalinya, 190.000 perokok dilaporkan berhenti, dalam waktu kurang dari satu bulan.

Menteri Kesehatan Inggris Melanie Johnson dalam pesan tahun barunya menyatakan, ?Pesan dalam iklan anti rokok tersebut sangat keras dan tegas, dan itu bagus. Rokok merupakan ancaman besar bagi kesehatan dan menimbulkan berbagai risiko penyakit.?

?Saya ingin jumlah perokok berkurang hingga 1,5 juta orang pada 2010 nanti. Target ini agak ambisius, tetapi kami bertekat mencapainya,? tegas Johnson.

Diperkirakan terjadi 120.000 kematian setiap tahun di Inggris berkaitan dengan aktivitas merokok.

Perlu diingat asap rokok terdiri dari 4.000 bahan kimia dan kebiasaan merokok diketahui dapat menyebabkan 25 penyakit di tubuh manusia. Asap rokok tidak saja mengganggu kesehatan perokok aktif tetapi juga para perokok pasif, dan dapat menimbulkan kematian. (zrp/bbc.co.uk)

[Indeks]

« Apakah Penyakit Jantung Itu?

Lelah Bisa Mungkin Gejala Penyakit Jantung »

Merokok Dapat Merusak Kesehatan?

Kian hari kian mudah menjumpai perokok seusia anak baru gede. Robert Kim Farley rupanya betul. Kata perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia untuk Indonesia ini: tembakau kini telah memingit anak-anak dan remaja di dalam candu.

Ia mengacu kepada penelitian terakhir yang melingkap kebanyakan perokok sekarang memulai kebiasaan mengisap asap Nicotiana tabacum selagi remaja kencur.

Telusuran di dalam negeri setali tiga uang. Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 1995 menemukan 23 persen penduduk Indonesia berumur sepuluh tahun ke atas terjerat rokok.

Terhadap tuaian survei itu, pemerintah tak berpangku tangan. Setiap bungkus rokok dicantumi dengan peringatan bikinan Departemen Kesehatan. Tayangan televisi disisipi telop berupa maklumat dari departemen itu juga meski durasinya terlalu pendek untuk bisa dicerna.

Bagaimana isi peringatan itu? Pada kemasan rokok keretek tersua kalimat sederhana dan ringkas: Merokok dapat merusak kesehatan. Sedangkan di bungkus rokok putih, tegurannya rada panjang sekaligus lugas. Ungkapan merusak kesehatan diganti dengan menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin.

Karena populasi pencandu terus menanjak, peringatan ini tampaknya lebih dari sekadar label. Tinggal buat kita melihat sejauh mana ia berpotensi menyadarkan orang, terutama kawula muda, akan bahaya merokok.

Bisa dipastikan wanti-wanti pemerintah itu merujuk kepada stating of fact bahwa merokok menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, serta gangguan kehamilan dan janin. Jadi, seperti yang sudah diperlihatkan WHO dan Departemen Kesehatan, ada temuan epidemiologi yang memperlihatkan korelasi antara merokok dengan-katakanlah-kanker paru-paru atau serangan jantung.

Angka statistiknya: rata-rata 11.000 orang mati tiap hari yang ditengarai berbiangkeladikan racun kandungan asap rokok. Diprakirakan nanti, dalam kurun tahun 2020 sampai 2030, rata-rata 27.000 orang mati tiap hari lantaran racun serupa.

Yang kemudian bikin soal adalah tambahan kata dapat pada stating of fact tadi sehingga wanti-wanti itu menjadi merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin. Yang terakhir ini justru yang sampai di ruang publik melalui bungkus rokok dan telop di televisi tadi.

Padanan kata dapat dalam konteks ini, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga (2001), ialah ’mungkin’ yang bermakna ’belum tentu’. Pantarannya dalam bahasa Inggris adalah may yang berarti ’to indicate that it is possible for something to happen’ (Collins Cobuild Dictionary).

Kalau begitu, kalimat merokok dapat menyebabkan kanker bisa diartikan sebagai merokok belum tentu menyebabkan kanker.

Secara kasatmata terlihat bahwa pernyataan fakta yang mengacu kepada temuan epidemiologi tadi justru kontradiksi dengan pernyataan fakta keluaran pemerintah yang sebetulnya berlandas pada yang disebut pertama.

Apakah uraian ini akan memangkung Departemen Kesehatan untuk mengubah kalimat peringatan pada bungkus rokok yang akan dilinting di kemudian hari?

Tanpa dukungan fakta, termasuk kejujuran, suatu ungkapan bisa menjadi rangkaian kata tanpa makna atau sebuah pseudo-statement, pernyataan lancung. Pengelabuan fakta melalui pernyataan lancung terkadang sulit dihindari, tapi tidak boleh dibudayakan.

Kata Socrates, "False words are not evil in themselves, but they infect the soul with evil."

Di negara-negara maju, wanti-wanti bahaya merokok dirumuskan dengan jelas dan tegas: Cigarettes destroy your lung!

19 Tanggapan untuk “Merokok Dapat Merusak Kesehatan?”

1. Diana Sri utami menulis:
8 September 2006 pada 14:48

Saya adalah salah satu orang yang sangat tidak menyukai Rokok, sedangkan di sekitar saya banyak sekali orang yang merokok. Bahkan anak yang usianya masih sangat muda(sekitar 8 tahun). Saya ingin sekali kebiasaan merokok di indonesia dapat dihilangkan, karena selain merugikan diri mereka sendiri merokok juga merugikan orang lain yang ikut menghisapnya. Saya sering merasa terganggu apabila ada yang merokok di tempat umum seperti angkutan kota atau bis!semenjak diberlakukannya UU merokok di tempat umum saya senang sekali,tapi sayang itu hanya berlaku di Jakarta Saja!saya berharap di seluruh Indonesia.Minimal di daerah tempat tinggal saya Sukabumi.Terimakasih

2. Diana Sri utami menulis:
8 September 2006 pada 14:52

Saya sangat setuju kalau rokok dapat merusak kesehatan,selain mencemarkan udara,asap rokok juga mengandung 4000 kandungan berbahaya yang dapat mengakibatkan kematian.

3. giri g. cahyo menulis:
11 September 2006 pada 19:22

ilmu kedokteran telah membuktikan bahwa merokok dapat merusak kesehatan, bahkan orang yang tidak merokokpun terkena imbasnya apabila menghisap asap rokok (perokok pasif). kegagalan pelaksanaan untuk tidak merokok adalah disebabkan karena petugas yang harus melaksanakan aturan adalah juga perokok, bahkan perokok berat, contohnya di angkutan kota atau bis, sopir atau kenek yang punya “kuasa” di dalam angkutan tersebut biasanya perokok, kalau ditegur oleh penumpang pasti tersinggung dan bisa saja penumpang yang menegur dipersilakan turun, jadi menurut pendapat saya penyuluhan mengenai bahaya rokok perlu lebih ditingkatkan dan perlu adanya pelaksanaan aturan yang lebih nyata. ibaratnya, merokok di tempat umum adalah sama halnya dengan menebar racun.
Usul kami adalah agar bisa disosialisasikan sedemikian rupa sehingga para perokok bisa merasa malu dan bersalah apabila merokok di tempat umum. demikian tanggapan kami, terima kasih.

4. agus WAROK menulis:
27 September 2006 pada 17:39

merokok merupakan kebiaaan yang sulit di hilangkan karna tlah mengakar di dunia dan indonesia khususnya.bahkan sbagian masyarakat menganggap merokok merupakan hak ├ízazi’ yang ssulit di hilangkan. Memang kebiasaan merokok sulit dihilangkan 100%,tapi apa tidak bisa dikurangi? Anehnya,kegiatan-kegiatan olah raga yang seharusnya bersih dari yang bahan yang merusak fisik,yang menjadi sponsor tetap adalah merek2 rokok? SEBAGIAN ORANG LAGI MENGANGGAP BAHWA ROKOK ADALAH CIRI ORANG ATAU NEGARA MAJU, PADAHAL NEGARA2 MAJU TELAH MENGHINDARI MEROKOK DAN MALAH ROKOK BANYAK DITEMUKAN DI NEGARA2 MISKIN,&BARU BERKEMBANG.KITA harus memulai menghindari merokok dari diri kita,lingkungan kita.

5. Budiman Saputra menulis:
15 December 2006 pada 10:21

Saya saya setuju sekali merokok dilarang diusia dini (abg), saya sendiri tidak merokok, untuk melarang merokok tidak mungkin itu dilakukan, tapi kita bisa memberikan masukkan kepada perangkat yang terkait, mulai dengan membuat dari uu sampai dengan peraturan pemerintah pusat mapun daerah, yang ditujukan kepada perokok maupun pengedar (pengedar).
yang mungkin peraturan itu sendiri mencangkup antara lain :
1. merokok merupakan tindakan pidana bagi anak dibawah 18 tahun
2. merokok hanya dilakukan umur 19 th keatas atau sudah nikah
3. merokok pada tempat-tempat tertentu, tidak pada sembarang tempat
4. bagi pengedar (pedagang), merupakan tindakan pidana menjual pada anak dibawah 19 th dan sembarang tempat berjualan
5. iklan rokok hanya dilakukan pada jam 22.00 sampai 05.00 WIB
Saya harap ini dapat memberikan sedikit masukan ataupun pegangan bagi aparat yang terkait. Dan bagi yang meneruskan ke yang bersangkutan jangan ragu, do’a kami selalu menyertai, karena merokok banyak kerugian dari keuntungan (hukumnya haram)
dikirim Budiman Saputra Guru SPM N 3 Yogyakarta

2.

6. pure menulis:
15 December 2006 pada 20:28

Rokok dapat merusak kesehatan :
~ organ-organ dalam tubuh
~ perekonomian
~ kehidupan sosial

Fakta :
- dengan mengurangi beberapa batang rokok per hari dapat membuat kita kaya.
- Uang yang anda gunakan untuk membeli rokok dapat di simpan sebagai tabungan bagi masa depan andi
- ko mau di bohongi oleh sebatang rokok. Begitu bego dan rendahnya anda sehingga bisa dikendalikan oleh sebatang rokok. Manusia kan makhluk yang paling mulia.goblokkkkk
- mengisap rokok mempunyai efek menenangkan dan membuat ketagihan.

ntarrr nambah lagi deh!
mo bikin tugas dulu.byee
ga boleh mrah ya
syukur-syukur kesinggung and brenti merokok.
amien…….

7. pure menulis:
15 December 2006 pada 20:39

bagi para perokok, asep roko kamu tuh merugikan orang lain.
Pengaruh asap rokok yang di hirup orang di sekitar kamu tuh lebih parah daripada yang kamu hirup.

jahat B-G-T

8. Dian menulis:
29 December 2006 pada 11:53

Saya sangat membenci rokok, menurut saya merokok itu sama sekali tidak menguntungkan, malah sebaliknya amat sangat merugikan, tidak cuma untuk perokok tetapi juga untuk orang yang berada disamping perokok.
Untuk itu saya sangat setuju dengan pemerintah yang telah menyediakan tempat khusus bagi perokok. Dan seharusnya pemerintah menindak tegas anak - anak sekolah yang merokok sembarangan. Keadaan anak - anak dizaman sekarang ini amat sangat mengkhawatirkan terlebih lagi dengan masalah rokok. Saya sering melihat anak SMP dengan asiknya merokok dijalanan.Seharusnya pemerintah lebih sering untuk mengadakan penyuluhan melalui sekolah - sekolah tentang bahaya merokok.

9. tio menulis:
27 February 2007 pada 17:42

menurut saya masyarakat tdk salah apabila merokok karena rokok dijual bebas di masyarakat seharusnya pemerintah membuat larangan supaya rokok tidak di edarkan bebas dimasyarakat dan jumlahnya harus di batasi

10. ovie menulis:
28 February 2007 pada 16:40

rokok adalah masalah yang tidak dapat dianggap remeh. pabrik rokok tidak dapat dihilangkan begitu saja, karena banyak juga hal buruk yang akan terjadi jika hal tersebut terjadi, misal banyaknya pengangguran yang dapat timbul dari kejadian itu. kebanyakan perokok tahu bahayanya, namun mereka merasa kesulitan untuk menghentikan kebiasan buruk itu.

11. DERRY menulis:
22 March 2007 pada 14:31

KALO BISA ROKOK ITU PRODUKSINYA DIKURANGI DARI PERUSAHAANNYA.THANK’S

12. nungky menulis:
25 March 2007 pada 10:04

merokok menurut saya adlh hal yg sangat merugikan baik untuk si perokok aktif maupun yang pasif. meski dilihat dari fungsinya tidak terlalu penting juga terlalu beresiko untuk wanita hamil. selain itu juga perokok yang memulai aksinya lebih awal dengan usia yang bisa dibilang relatif muda dapat mengakibatka ca paru atapun penyakit paru yang lain untuk timbul lebih awal apalagi frekuensi da banyaknya putung rokok yang dihisap juga lebi banyak pasti akan lebih besar juga resiko yang timbul.
SO BUAT KAULA MUDA YANG PINGIN JADI PEJANTAN TANGGUH MENDING GAK USAH NGEROKOK!!!!!!!!!!
yang penting jaga hidup sehat dengan or teratur makan yang sesuai biar generasi muda gak punya bakat buat orang yag penyakitan OK!!!

13. Ikko menulis:
11 April 2007 pada 20:36

Merokok… Jika dipikir lebih dalam lagi, pasti hanya akan menimbulkan banyak kerugian daripada keuntungannya. Bagi kesehatan jelas merusak tubuh bahkan dapat menambah risiko terkena penyakit kanker dan lain-lain yang sebetulnya dapat dicegah. Bagi remaja jelas tidak menguntungkan dalam hal finansial terutama bagi yang belum bekerja, pasti hanya minta orang tua. Padahal satu hari saja jika sudah ketergantungan pasti habis berapa bungkus sendiri……
Memang lebih baik tidak merokok, kita harus memikirkan orang lain juga. Kita tahu sendiri bagaimana dampak asap rokok bagi perokok pasif yang lebih berbahaya daripada perokok aktif. Sungguh disayangkan kesadaran masyarakat tentang bahaya merokok masih sangatlah rendah.
Untuk kata terakhir…..STOP SMOKING!!!! KEEP HEALTHY!!!!

14. Daniar menulis:
15 April 2007 pada 10:13

Merokok ? bukan hanya merugikan si perokok itu sendiri yg berada didekatnya jg jelas2 sangat dirugikan. Apalagi yg merokok dikendaraan umum, boleh disebut paling tidak sopan bayangin aja Ngepulin asap didepan muka orang nyebelinkan ?
Kadang aku suka kasihan sma perokok, apa mereka ngga sadar sedang menanam penyakit didalam tubuhnyaUntuk perokok yakin dech pasti bisa ninggalin kebiasaan itu, yg penting Niat dan kemauan keras juga sadar akan kesehatan diri sendiri !

15. baggio menulis:
27 April 2007 pada 13:59

bu/pak saya mendapatkan artikel tentang asap rokok pasif dapat menimbulkan diabetes, tapi artikelnya cuma sedikit. di institusi ini ada artikel sejenis ga ya pak/bu? soalnya sya membutuhknnya untuk data/bahan kampanye anti merokok pada tempat umum. sekian terima kasih

16. wira menulis:
27 April 2007 pada 14:52

merokok, memang sudah ada sebelum saidak ya ada, namun kita harus tahu untuk apa dan apa manfaatnya bila kita hisap. Bayangkan banyak orang datang jauh2 dari jakarta ke puncak bogor alasannya cari udara segar pegunungan. Namun banyak perokok justru tdk menyadari bahwa udara segar yang banyak dicari bukan dengan menghisap asap buangan yang memang harus dibuang bukan dimasukkan ke dalam paru-parunya apalagi bila ikut memberikan ke orang lain sebelahnya yang tdk merokok tapi dapat asap buangan yang mungkin mereka tdk suka. SUNGGUH ZOLIM DAN JAHAT. APAKAH PEROKOK PEDULI dengan mereka mungkin tidak karena mungkin syaraf diotaknya sudah tdk bisa merasakan hal itu. MAAF karena sebagian perokok berat syarafnya sudah toleransi akan zat addict dan racun dari rokok sehingga mereka tdk peduli dan sadar.

17. Nurvie Kenya D.L menulis:
1 May 2007 pada 11:57

aQw ga banget deh ma yang namanya rokok…..
om gw meninggal gara-gara rokok…
kakak gw sakit karna rokok…
apa chy manfaatnya cuma buang-buang uang doank…
N skarang aqw bnggung buat nyadarin oky “kakak laki-laki ku” agar berhenti atau paling ga kurangin rokok yang dia hisap setiap harinya….!!!!!
Tentang yang kurasa, mungkin kau tak dapat rasa.
Tentang yang kupikir, mungkin kau tak pernah berfikir.
Tentang yang kuputuskan, munkin kau takkan pernah paham.
Aku tak ingin kalian mengalami?
Aku hanya ingin dimengerti……………………………..!!!!!!!!!!

itu kalimat yang pernah dikatakan oleh seorang pecandu yang telah meninggal dunia…

Nrvie Dalian Lestari…
POLIKEKNIK KESEHATAN NEGERI JAKARTA I
jursn. keperawatan

18. indriya menulis:
12 June 2007 pada 15:36

Aku benci banget ngeliat orang ngerokok, mereka suka hidup se enaknya……..ga bisa ngehargain orang. mereka ga nyadar apa, kalo mereka tuh yang bikin udara kita jadi terpolusi
mereka ga mikir apa kalo kesehatan mereka bisa terganggu lantaran rokok
BEGO BANGET ORANG YANG NGEROKOK……….SELAIN BISA BIKIN KESEHATAN RUSAK, MEREKA JUGA BIKIN KESEHATAN ORANG LAIN JADI TERGANGGU

19. Nita Dicky menulis:
14 August 2007 pada 13:36

saya setuju jika pemerintah dan bahkan kita semua harus mengkampanyekan bebas rokok. Tapi saya juga setuju pendapat yang mengatakan bahwa rokok bukan masalah sepele. ketika seseorang memutuskan merokok dia pasti punya alasan. begitu juga sebaliknya, ketika seseorang memutuskan berhenti atau bahkan sama sekali tidak menyentuh rokok.
saya bukan perokok dan juga bukan berasal dari keluarga perokok. bisa dikatakan hidup saya bersih dari asap rokok (jika dirumah). dan beruntung sekali suami saya juga bersih dari rokok, padahal lingkungannya adalah para perokok berat.
yang pasti dan cukup jelas,…kita tidak hanya melarang seseorang tanpa ada solusi. seorang perokok pun sebenarnya tahu pasti bahaya apa yang mengintainya, dan juga orang (perokok pasif) disekitarnya.
Mungkin dengan memberikan pengganti rokok yang sepadan, terutama dalam hal kenikmatan, akan sangat membantu para perokok. saya pernah membaca sebuah artikel yang menyebutkan ada beberapa cara untuk melepaskan ketergantungan seseorang dari rokok. termasuk permen bahkan inhaler. mungkin dengan menyumbang berbagai macam alternatif solusi, para peokok bisa dengan sukarela meninggalkan rokok, dan mengganti gaya hidupnya menjadi lebih sehat. Lingkungan kita pun bebas dari polusi. …:-)

copyright ©2003-2005, Yayasan Jantung Indonesia